Khutbah Pertama
الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
Amma ba’du…
Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya orang-orang bertakwalah yang dijanjikan keberuntungan di dunia dan keselamatan di akhirat.
Pada kesempatan yang mulia ini, khatib mengajak diri sendiri dan seluruh jamaah sekalian untuk merenungi keutamaan satu amal ibadah yang ringan dikerjakan namun sangat agung pahalanya. Ibadah itu adalah dua rakaat shalat sunnah sebelum Subuh.
Nabi kita yang mulia ﷺ bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”
(HR. Muslim no. 725)
Bayangkan… dunia dengan segala kekayaannya, kendaraan mewah, rumah-rumah megah, jabatan, dan popularitas, semuanya tidak bisa menandingi nilai dua rakaat ringan ini. Sebuah nilai ibadah yang luar biasa besar, namun sering kita remehkan atau tinggalkan karena kantuk atau malas bangun pagi.
Padahal, Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah meninggalkan dua rakaat ini, bahkan ketika dalam perjalanan jauh (safar), beliau tetap melaksanakannya. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
لم يكن النبي صلى الله عليه وسلم على شيء من النوافل أشد تعاهدا منه على ركعتي الفجر
“Nabi ﷺ tidak pernah menjaga satu shalat sunnah seperti beliau menjaga dua rakaat sebelum Subuh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa dua rakaat ini bukan sembarang shalat sunnah biasa, melainkan ibadah yang sangat ditekankan.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Mengapa dua rakaat ini begitu agung di sisi Allah?
Karena ia dikerjakan pada waktu paling istimewa, yaitu di ujung malam menuju Subuh, saat doa-doa dikabulkan dan rahmat Allah terbuka luas.
Karena ia menjadi pembuka hari seorang Muslim, yang mengawali harinya dengan dzikir, sujud, dan tunduk kepada Rabb-nya. Seorang yang memulai hari dengan dua rakaat ini, insyaAllah akan Allah berkahi seluruh aktivitasnya hari itu.
Khutbah Kedua
الحمد لله، الحمد لله على نعمه وفضله، والشكر له على توفيقه وهدايته، وأشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، أما بعد…
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Banyak di antara kita berlomba-lomba mengejar dunia, bangun pagi demi pekerjaan, mengejar rezeki, bahkan rela berangkat sebelum Subuh untuk urusan bisnis dan karier. Tapi anehnya, kita lalai untuk bangun hanya untuk dua rakaat ringan yang lebih baik dari seluruh harta dunia.
Padahal Allah menjanjikan, sebagaimana disebut dalam hadits qudsi:
وَلَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya.”
(HR. Bukhari)
Lihatlah bagaimana ibadah sunnah seperti dua rakaat ini bisa menjadikan kita kekasih Allah.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Bangun sebelum Subuh memang berat. Tapi justru karena berat itulah Allah memberikan pahala yang besar. Allah ingin melihat siapa hamba-Nya yang benar-benar cinta kepada-Nya. Siapa yang sanggup meninggalkan ranjang hangatnya, mengalahkan kantuknya, demi sujud kepada Allah walau hanya dua rakaat.
Inilah ciri hamba yang dicintai Allah:
-
Ia mengawali harinya dengan ibadah
-
Ia menjaga dua rakaat sunnah sebelum Subuh
-
Ia berdoa dan berdzikir saat orang lain masih tertidur
Jangan biarkan dunia merampas waktu paling mulia kita.
Jangan remehkan dua rakaat yang bisa menjadi penentu kebahagiaan kita di dunia dan akhirat.
Penutup
Jama’ah yang dirahmati Allah…
Mulai hari ini, mari kita berkomitmen untuk:
-
Tidur lebih awal agar mudah bangun Subuh
-
Menyiapkan alarm dan niat kuat
-
Menjaga dua rakaat sebelum Subuh setiap hari, tanpa putus
Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk menjaga amalan ini dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang lebih mencintai akhirat daripada dunia.
اللهم اجعلنا من الذين يستيقظون لصلاة الفجر، ومن الذين يحافظون على السنن، واجعلنا من الذين يحبهم الله ويغفر لهم. آمين.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

