Sunnah Nabi yang Sering Dilupakan

Sebagai umat Islam, kita seharusnya mengikuti jejak langkah Nabi Muhammad SAW dalam setiap aspek kehidupan. Namun, banyak di antara kita yang telah melupakan sunnah-sunnah Nabi yang sebenarnya sangat mudah untuk diamalkan. Berikut beberapa sunnah Nabi yang sering dilupakan:
Sunnah Sehari-Hari
  • Bersugi: Membersihkan mulut dengan bersugi dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mendapatkan ridho Allah.
  • Bercelak: Menggunakan celak dapat memperjelaskan penglihatan dan menumbuhkan bulu mata.
  • Mendahulukan yang Kanan: Mendahulukan yang kanan dalam segala hal seperti memakai pakaian, kasut, dan lain-lain.
  • Menjilat Jari: Menjilat jari setelah makan dapat membantu membersihkan tangan dan mendapatkan berkah.
  • Berdoa: Berdoa kepada Allah dalam setiap kesempatan, seperti sebelum makan, minum, dan lain-lain

Sunnah dalam Beribadah
  • Sholat Sunnah Qabliyah Shubuh: Sholat sunnah sebelum shubuh dapat membantu meningkatkan iman dan mendapatkan pahala.
  • Sholat Dhuha: Sholat dhuha dapat membantu meningkatkan iman dan mendapatkan rezeki.
  • Tahajud: Sholat tahajud dapat membantu meningkatkan iman dan mendapatkan pahala.
  • Membaca Al-Quran: Membaca Al-Quran dapat membantu meningkatkan iman dan mendapatkan pahala ³ ¹.
Sunnah dalam Bermasyarakat
  • Memberi Salam: Memberi salam kepada orang lain dapat membantu meningkatkan ukhuwah dan mendapatkan pahala.
  • Menziarahi Orang Sakit: Menziarahi orang sakit dapat membantu meningkatkan ukhuwah dan mendapatkan pahala.
  • Memberi Makan: Memberi makan kepada orang lain dapat membantu meningkatkan ukhuwah dan mendapatkan pahala.
  • Memaafkan Kesalahan Orang Lain: Memaafkan kesalahan orang lain dapat membantu meningkatkan iman dan mendapatkan pahala ¹.
Dengan mengamalkan sunnah-sunnah Nabi, kita dapat meningkatkan iman dan mendapatkan pahala. Selain itu, mengamalkan sunnah juga dapat membantu kita menjadi lebih baik dan mendapatkan ridho Allah.

Surat Yasin: Pintu Gerbang Spiritual dan Petunjuk Ilahi

Surat Yasin adalah salah satu surat dalam Al-Quran yang memiliki kedudukan istimewa di hati umat Islam. Surat ini terdiri dari 83 ayat dan termasuk dalam kategori surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekah sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Ayat-ayat pembuka surat ini, yaitu ayat 1-5, menjadi fondasi penting untuk memahami pesan spiritual dan petunjuk ilahi yang terkandung di dalamnya.
Ayat 1-5: Pengantar Spiritual dan Pengakuan Ilahi
Ayat-1: “Yaa siin” (يس). Ayat ini dimulai dengan huruf-huruf abjad yang dikenal sebagai “huruf muqatta’at”, yang memiliki makna yang dalam dan khusus yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Huruf-huruf ini sering kali menjadi tanda awal dari pesan penting dalam Al-Quran.
Ayat 2: “Demi Al-Quran yang penuh hikmah” (وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ). Ayat ini menekankan pentingnya Al-Quran sebagai sumber petunjuk dan hikmah. Allah SWT bersumpah dengan Al-Quran, menunjukkan betapa berharganya kitab suci ini sebagai pedoman hidup bagi manusia.
Ayat 3: “Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul” (إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ). Ayat ini berbicara langsung kepada Nabi Muhammad SAW, menguatkan posisinya sebagai salah satu dari rasul-rasul Allah yang dipilih untuk menyampaikan pesan ilahi kepada umat manusia.
Ayat 4: “Di atas jalan yang lurus” (عَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ). Ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW dan risalah yang dibawanya berada di atas jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah digariskan oleh Allah SWT untuk diikuti oleh manusia.
Ayat 5: “(Al-Quran ini) merupakan wahyu dari Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang” (تَنزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ). Ayat ini menegaskan bahwa Al-Quran adalah wahyu dari Allah Yang Mahaperkasa, yang memiliki kekuasaan absolut, dan Maha Penyayang, yang penuh kasih sayang terhadap makhluk-Nya.
Tadabbur dan Refleksi
Dalam tadabbur ayat-ayat ini, kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting:
  • Pengakuan akan kebesaran Al-Quran: Ayat-ayat ini menekankan pentingnya Al-Quran sebagai sumber petunjuk dan hikmah. Kita diingatkan untuk selalu merujuk kepada Al-Quran dalam setiap aspek kehidupan kita.
  • Kedudukan Nabi Muhammad SAW: Ayat-ayat ini menguatkan posisi Nabi Muhammad SAW sebagai rasul Allah yang membawa pesan ilahi kepada umat manusia. Kita dapat meneladani sifat-sifat beliau dalam menyampaikan risalah dan dalam berinteraksi dengan umat.
  • Jalan yang lurus: Ayat-ayat ini menekankan pentingnya mengikuti jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah digariskan oleh Allah SWT. Kita diingatkan untuk selalu berusaha mengikuti petunjuk ilahi dalam setiap langkah hidup kita.
  • Sifat Allah SWT: Ayat-ayat ini menggambarkan Allah SWT sebagai Yang Mahaperkasa dan Maha Penyayang. Kita dapat mengambil penghiburan dan kekuatan dari sifat-sifat Allah ini, serta berusaha untuk meneladani sifat kasih sayang-Nya dalam interaksi kita dengan sesama.
Dengan memahami dan mentadabburi ayat-ayat pembuka Surat Yasin ini, kita dapat memperdalam pemahaman kita tentang pesan spiritual dan petunjuk ilahi yang terkandung dalam Al-Quran. Semoga kita dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat ini dan meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah SWT.
Copyright © 2026 BantaengPos.com